ASKEP HIPEREMESIS GRAVIDARUM PDF

Berat badan turun dan mata cekung Tensi turun, hemokonsentrasi, oliguri dan konstipasi Aseton tercium dari hawa pernafasan dan terjadi asetonuria. Tingkatan III berat Keadaan umum lebih parah kesadaran menurun dari somnolen sampai koma Dehidrasi hebat Nadi kecil, cepat dan halus Suhu badan meningkat dan tensi turun Terjadi komplikasi fatal pada susunan saraf yang dikenal dengan enselopati wernicke dengan gejala nistagmus, diplopia dan penurunan mental Timbul ikterus yang menunjukkan adanya payah hati. Askep Hiperemesis Gravidarum E. Penatalaksanaan Pencegahan Pencegahan terhadap hiperemesis gravidarum diperlukan dengan jalan memberikan penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologis. Hal itu dapat dilakukan dengan cara : Memberikan keyakinan bahwa mual dan muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan berumur 4 bulan.

Author:Tagis Kazrakus
Country:Samoa
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):24 March 2013
Pages:44
PDF File Size:8.87 Mb
ePub File Size:3.71 Mb
ISBN:673-6-74763-169-5
Downloads:35111
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mauzil



Akan tetapi, dokter obstetri dan dokter umum menganggap mual dan muntah hanya semata-mata merupakan sebuah gejala fisiologis, dan sebuah masalah yang sering kali membuat mereka merasa tidak berdaya untuk membantu mengatasinya. Mual dan muntah sering kali diabaikan karena dianggap sebagai sebuah konsekuensi normal di awal kehamilan tanpa mengakui dampak hebat yang ditimbulkannya pada wanita dan keluarga mereka Denise Tiran, Bila wanita hamil memuntahkan segala apa yang dimakan dan diminum hingga berat badannya sangat turun, turgor kulit berkurang, diuresis berkurang dan timbul asetonuri, keadaan ini disebut hiperemesis gravidarum dan memerlukan perawatan di rumah sakit.

Perbandingan insiden hiperemesis gravidarum kehamilan. Sindrom ini ditandai dengan adanya muntah yang sering, penurunan berat badan, dehidrasi, asidosis karena kelaparan, alkalosis, yang disebabkan menurunnya asam HCl lambung dan hipokalemia. Dampak yang ditimbulkan pada ibu yaitu kekurangan nutrisi dan cairan sehingga keadaan fisik ibu menjadi lemah dan lelah dapat pula mengakibatkan gangguan asam basa, pneumini aspirasi, robekan mukosa pada hubungan gastroesofagi yang menyebabakn peredaran ruptur esofagus, kerusakan hepar dan kerusakan ginjal, ini akan memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janin karena nutrisi yang tidak terpenuhi atau tidak sesuai dengan kehamilan, yang mengakibatkan peredaran darah janin berkurang setiawan, Apa definisi hiperemesis gravidarum?

Apa etiologi hiperemesis gravidarum? Apa patologi hiperemesis gravidarum? Bagaimana patofisiologi hiperemesis gravidarum? Bagaimana tanda dan gejala hiperemesis gravidarum? Bagaimana pemeriksaan hiperemesis gravidarum? Bagaimana penatalaksanaan hiperemesis gravidarum? Bagaimana asuhan keperawatan pada klien hiperemesis gravidarum?

Mengetahui definisi hiperemesis gravidarum 2. Mengetahui etiologi hiperemesis gravidarum 3. Mengetahui patologi hiperemesis gravidarum 4. Mengetahui patofisiologi hiperemesis gravidarum 5. Mengetahui tanda dan gejala hiperemesis gravidarum 6. Mengetahui pemeriksaan hiperemesis gravidarum 7. Mual dan muntah yang menetap selama kehamilan yang mengganggu asupan cairan dan nutrisi; awitan biasanya terjadi sebelum 20 minggu kehamilan; cukup berat hingga mengakibatkan penurunan berat badan, dan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit Geri Morgan and Carole Hamilton, Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari.

Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu Sarwono Prawirohardjo, Hiperemesis Gravidarum Vomitus yang merusak dalam kehamilan adalah nausea dan vomitus dalam kehamilan yang berkembang sedemikian luas sehingga terjadi efek sistemik, dehidrasi dan penurunan berat badan Ben-Zion Taber,M.

D, Frekuensi kejadiannya adalah 2 per kehamilan. Faktor-faktor predisposisi yang dikemukakan Rustam Mochtar, adalah: 1. Faktor adaptasi dan hormonal. Primagravida belum mampu beradaptasi terhadap hormon estrogen dan Human Chorionik Gonadotropin HCG , sedangkan pada kehamilan ganda atau mola hidatidosa, jumlah hormon yang dikeluarkan terlalu tinggi. Faktor psikologis. Wanita yang menolak hamil, takut kehilangan pekerjaaan, keretakan hubungan dengan suami, takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu,dsb dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian karena kesukaran hidup dsb.

Faktor alergi. Terjadi invasi jaringan vili Chorialis yang masuk ke dalam peredaran darah ibu. Kadang kala dijumpai perdarahan sub-endokardial c. Rustam Mochtar, Pengaruh psikologik hormon estrogen ini tidak jelas, mungkin berasal dari sistem saraf pusat atau akibat berkurangnya pengosongan lambung. Bila perasaan terjadi terus-menerus dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi.

Karena oksidasi lemak yang tak sempurna, terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseto-asetik, asam hidroksida butirik dan aseton darah.

Muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Selain itu dehidrasai menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkuang pula dan tertimbunnya zat metabolik yang toksik. Disamping dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit, dapat terjadi robekan pada selaput lendir esofagus dan lambung sindroma mollary-weiss , dengan akibat perdarahan gastrointestinal Sarwono Prawirohardjo, Gambaran gejala hiperemesis gravidarum secara klinis dapat dibagi menjadi tiga tingkat berikut ini menurut Manuaba, dkk adalah : 1.

Hiperemesis gravidarum tingkat pertama Ringan a. Muntah berlangsung terus.

LEUKIMIA LIMFOBLASTIK AKUT PDF

Askep Hiperemesis Gravidarum

Diagnosa Keperawatan Berdasarkan data pengkajian, diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada pasien hyperemesis gravidarum adalah meliputi : 1. Gangguan keseimbangan cairan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan muntah yang berlebihan atau intake cairan kurang 2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual muntah atau kurangnya intake nutrisi 3. Takut berhubungan dengan pengaruh hyperemesis terhadap kesehatan janin 4. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang perawatan hyperemesis 5. Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan muntah yang terus-menerus 6.

JOHANNES ITTEN ARTE DEL COLORE PDF

Post navigation

Penatalaksanaan 1. Obat-obatan Sedativa yang sering digunakan adalah Phenobarbital. Vitamin yang dianjurkan Vitamin B1 dan B6 Keadaan yang lebih berat diberikan antiemetik sepeiti Disiklomin hidrokhloride atau Khlorpromasin. Anti histamin ini juga dianjurkan seperti Dramamin, Avomin 3. Isolasi Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang tetapi cerah dan peredaran udara yang baik. Kadang-kadang dengan isolasi saja gejaia-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan. Terapi psikologik Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan yang serta menghilangkan masalah dan konflik, yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.

ANTHONY DE MELLO SADHANA A WAY TO GOD PDF

Segala puji dan rasa syukur tak lupa kami panjatkan kepada Allah swt. Karena nikmat yang diberikan, terutama nikmat sehat jasmani dan rohani serta nikmat iman dan islam. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas kelompok yang di berikan beliau kepada kami sebagai materi kuliah Maternitas I yang harus di pahami dan di mengerti maksudnya. Kami menyadari segala kekurangan dalam penyusunan makalah ini baik secara materi maupun dalam penggunaan kata bahasanya. Oleh sebab itu demi kesempurnaan dan perbaikan dalam penyusunan makalah ini, kami menerima kritik dan saran dari pembaca.

ENFERMEDAD DE MENETRIER PDF

Pengaruh psikologik hormone estrogen ini tidak jelas, mungkin berasal dari system saraf pusat atau akibat berkurangnya pengosongan lambung,penyesuaian terjadi pada kebanyakan wanita hamil, meskipun demikian mual dan muntah dapat berlangsung berbulan-bulan. Pada penderita dengan muntah terus-menerus cadangan karbohidrat dan cadangan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena oksidasi lemak yang tak sempurna timbul ketosis dengan tertimbunnya asam-asetik, asam-hidroksibutitrik dan aseton dalam darah. Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan cairan karena muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Hal ini akan menyebabkan jumlah makanandan oksigen ke jaringan mengurang pula dan menimbunnya zat-zat metabolik yang toksik. Kekurangan kalium akan terjadi karena muntah dan karena peningkatan ekskresi kalium melalui ginjal. Hipokalemi ini menyebabkan lebih banyak muntah.

Related Articles