CONTOH SOAL SIFAT KOLIGATIF LARUTAN PDF

Ingat kembali rumus kenaikan titik didih larutan! Jadi semakin besar jumlah mol zat terlarut maka semakin besar pula kenaikan titik didihnya. Oleh sebab itu, dari soal di atas, larutan yang memiliki titik didih paling tinggi yaitu larutan nomor II karena memiliki partikel mol zat terlarut paling banyak. Jawaban: B Soal UN Sifat Koligatif Larutan Tahun Berikut ini peristiwa kimia dalam kehidupan sehari-hari: etilen glikol dapat ditambahkan ke dalam radiator mobil, dan desalinasi air laut. Kedua contoh di atas berhubungan dengan sifat koligatif larutan secara berturut-turut ….

Author:Karamar Dogis
Country:Romania
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):7 March 2004
Pages:40
PDF File Size:11.33 Mb
ePub File Size:20.83 Mb
ISBN:551-6-90948-467-9
Downloads:79595
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kelabar



Posting terkait: Sifat Koligatif Larutan Sifat fisik dalam suatu larutan dapat dibagi menjadi dua yaitu sifat luas massa dan volume yang tergantung pada ukuran sampel dan sifat intensif kerapatan dan konsentrasi yang tidak tergantung ukuran sampel. Selain kedua sifat itu, terdapat sifat ketiga yaitu dikenal dengan sifat koligatif larutan yang bergantung pada rasio jumlah partikel zat terlarut dalam pelarut pada larutan. Sifat koligatif ini melibatkan jumlah zat terlarut dalam suatu pelarut dimana zat terlarut tersebut akan menentukan bagaimana sifat larutan tersebut.

Sifat koligatif juga berhubungan dengan titik didih, titik beku, dan tekanan osmosis dalam suatu larutan. Adanya zat terlarut tersebut dapat mengubah ketiga parameter diatas sehingga hal ini banyak dimanfaatkan dalam kehidupan manusia. Pengertian Sifat Koligatif Larutan Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel dalam volume pelarut tertentu dan tidak dipengaruhi oleh massa atau identitas partikel terlarutnya.

Untuk setiap perbandingan massa zat terlarut dan pelarut, sifat koligatif larutan berbanding terbalik dengan massa molar zat terlarut. Ketika zat terlarut ditambahkan ke pelarut dengan volume tertentu untuk membuat suatu larutan, partikel terlarut akan memindahkan sebagian pelarut dalam fase cair.

Hal ini akan mengurangi konsentrasi pelarut per volume, ini juga akan berhubungan pada jenis partikel dan banyak partikelnya. Sebagai contoh ketika kita melarutkan CaCl2 maka akan menghasilkan tiga partikel yaitu satu pengertian ion kalsium dan dua ion klorida, sedangkan saat kita melarutkan NaCl hanya akan menghasilkan dua partikel yaitu satu ion natrium dan satu ion klorida.

Oleh karena itu, kalsium klorida akan memiliki efek yang lebih besar pada sifat koligatif daripada natrium klorida. Contoh dari sifat koligatif larutan yaitu penurunan tekanan uap, penurunan titik beku, peningkatan titik didih, dan tekanan osmotik dari suatu larutan. Fraksi Mol dan Molalitas Sebelum belajar tentang sifat koligatif larutan, terlebih dahulu kita harus mengenal tentang fraksi mol dan molalitas suatu larutan.

Kedua parameter ini akan digunakan dalam menyatakan konsentrasi komponen larutan. Berbeda dengan prinsip stoikiometri yang menggunakan parameter molaritas M sebagai konsentrasi, namun dalam koligatif menggunakan fraksi mol X dan molalitas m. Fraksi mol adalah parameter yang menyatakan ukuran konsentrasi suatu larutan dalam bentuk perbandingan jumlah mol satu komponen terhadap jumlah mol total dalam larutan. Dalam larutan, fraksi mol dapat dinyatakan sebagai fraksi mol zat terlarut ataupun fraksi mol pelarut dimana keduanya saling melengkapi.

Sesuai definisinya yang menyatakan bahwa fraksi mol adalah perbandingan jumlah mol satu komponen terhadap jumlah mol total, maka fraksi mol dapat dirumuskan sebagai berikut: Rumus Fraksi Mol Berdasarkan rumus diatas, XA merupakan fraksi mol untuk zat terlarut sedangkan XB merupakan fraksi mol untuk pelarut atau boleh sebaliknya.

Karena keduanya saling melengkapi, maka penjumlahan kedua fraksi tersebut menghasilkan nilai 1. Molalitas adalah satuan konsentrasi yang didefinisikan sebagai rasio perbandingan jumlah mol zat terlarut terhadap massa pelarut dalam kilogram. Yang membedakan molalitas m dengan molaritas M yaitu pada satuan pelarut dimana pada molaritas digunakan satuan per volume pelarut sedangkan pada molalitas digunakan satuan per massa pelarut.

Untuk menghitung molalitas suatu larutan dapat digunakan rumus sebagai berikut: Rumus Molalitas Larutan.

ENGELS ANTI DHRING PDF

Pengertian Sifat Koligatif Larutan, Jenis, Rumus, Contoh Soal dan Jawaban

Pengertian Sifat Koligatif Larutan Sifat koligatif larutan adalah suatu sifat larutan yang tidak tergantung pada suatu jenis zat yang larut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikel zat larutannta. Kemudian Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis sifat yaitu, sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit. Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit Walaupun sifat koligatif melibatkan suatu larutan, sifat koligatif tidak tergantung dengan interaksi pada molekul pelarut dan zat terlarut, kemungkinan tergatung dengan jumlah zat terlarut yang larut pada suatu sebuah larutan. Sifat koligatif terdiri pada penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik. Penurunan Tekanan Uap Molekul — molekul zat cair yang menyisakan permukaan akan mengakibatkan adanya tekanan uap zat cair.

LIBRO DE BIOLOGIA CAMPBELL 7MA EDICION PDF

Contoh Soal Dan Pembahasan Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

.

KING LEARY PAUL QUARRINGTON PDF

Soal UN Sifat Koligatif Larutan Lengkap dengan Pembahasannya

.

Related Articles