HAMUKTI PALAPA PDF

Gunung Kampud meletus. Kekeringan melanda setiap jengkal tanah Majapahit. Pada situasi seperti itulah, ruang perbendaharaan pusaka Majapahit dimasuki orang. Bahkan pada pencurian yang kedua dengan orang yang agaknya berbeda — yang ternyata pencuri kedua ini merasa terkecoh karena Kiai Udan Riwis dan Cihna Nagara sudah tak berada di tempatnya — Ratu Gayatri sempat diculik dari ruang peristirahatannya! Istana Majapahit pun geger.

Author:Tusho Vom
Country:Kenya
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):17 September 2009
Pages:34
PDF File Size:1.98 Mb
ePub File Size:4.47 Mb
ISBN:288-8-89409-604-8
Downloads:53379
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shakree



Hal tersebut membuat saya kian mencintai sejarah karena ternyata ada banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan, terlepas dari pertanyaan apakah mereka fiktif atau beneran ada. Buku ketiganya ini berisi tentang rencana makar wilayah Sadeng dan Keta yang hendak membuat legitimasi negara sendiri dengan mencuri benda pusaka dari Di buku ketiganya kali ini ada banyak sekali tokoh-tokoh lama di awal pendirian Majapahit yang dihadirkan kembali, mereka tak lain adalah orang-orang terdekat Raden Wijaya.

Buku ketiganya ini berisi tentang rencana makar wilayah Sadeng dan Keta yang hendak membuat legitimasi negara sendiri dengan mencuri benda pusaka dari perbendaharaan pusaka istana Majapahit. Gajah Mada yang berhasil mengendus rencana mereka, menelanjangi perwakilan mereka dalam pasowanan agung hingga mereka tak bisa berkomentar apa-apa. Ada banyak sekali hal yang membuat saya terkagum-kagum pada strategi perang dan cara meredakan pemberontakan yang digambarkan oleh penulis.

Kurang lebih mungkin dahulu memang begitu adanya. Bagian yang saya sukai dalam kisah ini adalah adanya kisah tokoh Pradhabasu dan Gajah Enggon yang akhirnya memulai kehidupan barunya. Di buku ini pula, Mahapatih Arya Tadah mengundurkan diri dari jabatan Mahapatihnya dan memilih Gajah Mada sebagai penggantinya. Saat itulah, Gajah Mada mengucapkan sumpah palapanya di Balai Manguntur yang membuat semua orang terheran-heran mendengarnya, antara optimis dan pesimis.

Yang jelas, semua kisah perjalanan Gajah Mada ini sungguh sangat layak diikuti karena luar biasaaa. Tetapi karena untuk menghargai yang sudah mencarikan buku ini juga, dan bukan kebiasaan saya untuk meninggalkan sesuatu setengah-setengah, akhirnya buku ini bisa saya selesaikan. Ceritanya masih cukup menarik, walaupun di beberapa bagian saya sempat mengalami kejenuhan.

Hampir sama seperti buku yang Buku Gajah Mada ketiga akhirnya bisa saya selesaikan, mungkin karena mood saya sedang condong ke buku non-fiksi sehingga effort yang saya butuhkan untuk menyelesaikan buku ini terasa lebih besar. Hampir sama seperti buku yang sebelumnya, sering terjadi pengulangan-pengulangan yang malah membuat bosan dan juga penjelasan panjang yang terkadang tidak perlu, rasanya jadi ingin segera men-skip bagian tersebut.

Ada beberapa bagian, side story yang menurut saya lebih menarik, seperti kisah masa lalu Ki Wirota Wiragati dan Ibu Suri Gayatri, atau juga cerita tentang Si Prajaka. Di akhir cerita ada beberapa kejutan yang dihadirkan oleh penulis, yang cukup tidak disangka-sangka.

Mungkin karena alurnya yang agak naik turun maju mundur, sehingga agak sulit bagi saya untuk menikmati buku ini. Gajah mada ga terlalu dibahas, malah kalau dilihat lebih cenderung membahas Pradabasu dan gajah enggon. Peristiwa yang penting yang lain kedatangan tamu dari Swarnabumi yaitu Adityawarman yang masih bersepupu sama Jayanegara. Selain itu juga pemberontakan dari kerajaan Keta dan Sadeng dan pengangkatan Patih Gajahmada sebagai Mahapatih menggantikan Mahapatih Tadah Isi buku ini diluar ekspektasi sebenarnya,tentang sumpah palapa yang kirain bakal di kupas tuntas ternyata hanya ada di endingnya.

Selain itu juga pemberontakan dari kerajaan Keta dan Sadeng dan pengangkatan Patih Gajahmada sebagai Mahapatih menggantikan Mahapatih Tadah yang mengundurkan diri.

Selain itu jika dibuku sebelumnya ditawarkan paparan mengenai intrik politik dan strategi perang,dalam buku ketiga ini mulai muncul ilmu-ilmu kanuragan. Jadi berasa membaca novel silat.

IEC 60870-4 PDF

Sumpah Palapa

Gunung Kampud meletus. Kekeringan melanda setiap jengkal tanah Majapahit. Pada situasi seperti itulah, ruang perbendaharaan pusaka Majapahit dimasuki orang. Bahkan pada pencurian yang kedua dengan orang yang agaknya berbeda — yang ternyata pencuri kedua ini merasa terkecoh karena Kiai Udan Riwis dan Cihna Nagara sudah tak berada di tempatnya -- Ratu Gayatri sempat diculik dari ruang peristirahatannya! Istana Majapahit pun geger. Mengapa justru kedua pusaka itu yang dicuri orang — sebuah payung dan sebuah bendera -- dan bukan pusaka lain yang lebih tak ternilai harganya?

EJA118W PDF

Gajah Mada: Hamukti Palapa

Sumpah Hamukti Palapa yang berisikan janji memberikan energi tak tertangguhkan dari Mahapatih Gajahmada. Teks Sumpah Hamukti Palapa di Museum Trowulan Dari isi naskah ini dapat diketahui bahwa pada masa diangkatnya Mahapatih Gajah Mada, sebagian wilayah Nusantara yang disebutkan pada sumpahnya belum dikuasai Majapahit. Sumpah hamukti palapa tersebut sangat menggemparkan para undangan yang hadir dalam pelantikan Gajah Mada sebagai patih Amangku Bumi. Ra Kembar mengejek Mahapatih Gajah Mada sambil mencaci maki, undangan yang lain turut serta mengejek, Jabung Tarewes dan Lembu Peteng tertawa terpingkal pingkal.

COMPAQ NC6120 PDF

Gajah Mada “Hamukti Palapa”

Hal tersebut membuat saya kian mencintai sejarah karena ternyata ada banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan, terlepas dari pertanyaan apakah mereka fiktif atau beneran ada. Buku ketiganya ini berisi tentang rencana makar wilayah Sadeng dan Keta yang hendak membuat legitimasi negara sendiri dengan mencuri benda pusaka dari Di buku ketiganya kali ini ada banyak sekali tokoh-tokoh lama di awal pendirian Majapahit yang dihadirkan kembali, mereka tak lain adalah orang-orang terdekat Raden Wijaya. Buku ketiganya ini berisi tentang rencana makar wilayah Sadeng dan Keta yang hendak membuat legitimasi negara sendiri dengan mencuri benda pusaka dari perbendaharaan pusaka istana Majapahit. Gajah Mada yang berhasil mengendus rencana mereka, menelanjangi perwakilan mereka dalam pasowanan agung hingga mereka tak bisa berkomentar apa-apa.

Related Articles