HARALD MOTZKI PDF

Ini dapat dilihat dari buku-buku ilmu hadis yang banyak berkembang dewasa ini. Kajian terhadap hadis dalam karya-karya itu, pada umumnya bersifat filosofis. Para orientalis mengkaji hadis dengan pendekatan murni ilmiah baru pada abad Namun umumnya hasil studi mereka khususnya terhadap hadis, kurang bisa diterima oleh umat Islam. Karena mereka selain bukan muslim, juga konklusi mereka terhadap hadis umumnya negatif. Tidak sedikit dari kalangan orientalis yang mengkaji hadis Nabi baik dalam hubungannya dengan masalah matan, validitas isnad, otentisitas hadis itu sendiri dalam kaitannya dengan tadwin hadis, kritik matan dan lain-lain.

Author:Faumuro Dugrel
Country:Pacific Islands
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):1 May 2019
Pages:58
PDF File Size:1.7 Mb
ePub File Size:5.51 Mb
ISBN:398-7-56941-860-9
Downloads:98921
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Doucage



Because his result study, some orientalist included him into midlle ground group. PENDAHULUAN Harald Motzki adalah seorang orientalis yang berkonsentrasi pada kajian hadis khususnya terkait dengan otentisitas hadis sebagai hukum Islam dengan kesimpulan bahwa jurisprudensi telah ada semenjak masa awal penyebaran Islam dikategorikan sebagai Orientalis bermadzhab middle ground [1] bersama beberapa orientalis lainnya seperti G.

Hingga makalah ini selesai disusun, tidak penulis temukan biografi serta latar belakang kehidupannya secara terperinci. Informasi mengenai dirinya yang penulis dapatkan hanya bahwa Motzki adalah seorang sarjana dalam kajian Islam fokus pada bidang hadis yang menjadi Guru Besar di Universitas Nijmegen, Belanda.

Buah karya monumental yang lahir dari goresan penanya adalah: 1. Harald Motzki, Die Anfange der islamischen Jurisprudenz. Ihre Entwicklung in Mekka bis zur Mitte des 2. Jahrhunderts, Stuttgart The Origins of Islamic Jurisprudence. Mekahn Fiqh before the Classical schools, trnasl. Marion H. Katz, Leiden Eine kritische Untersuchung von G. Motzki, ed. Harald Motzki, ed.

Buku ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Harald Motzki selama kurang lebih 6 tahun. Karya ini kemudian dipersembahkan sebagai sebuah karya Habilitation oleh penulisnya untuk mencapai gelar Habil, gelar yang membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 6 tahun yang dilakukan setelah Doktor. Otentisitas Hadis Menurut Harald Motzki Permasalahan yang muncul di kalangan orientalis saat membahas hadis tertuju pada otentisitas hadis itu sendiri. Berangkat dari penelitiannya, ia berpendapat bahwa hadis tidak lebih dari produk ulama abad II H.

Hal ini berpengaruh pada perjalanan akademik Motzki. Dengan melakukan penelitian terhadap Mushannaf Abdul Razzaq, Motzki menelusuri beberapa riwayat yang terdapat dalam kitab tersebut. Beradasarkan penelitiannya, Motzki menolak klaim Schacht dan berpendapat bahwa hukum islam sudah ada sejak abad pertama hijriah bahkan jurispundensi islam sudah ada sejak zaman nabi. Dalam penelitiannya terhadap hadis, Motzki seperti yang diungkapkan oleh Komaruddin Amin mendasarkan epistemoliginya pada dating terhadap riwayat dalam Mushannaf Abdul Razzaq.

Hal ini dikarenakan jika riwayat yang terdapat dalam kitab ini otentik, maka hadis memang telah ada sejak abad pertama hijriah. Ditinjau dari segi jenis kitab-kitab hadis, kitab ini termasuk kitab hadis yang disusun berdasarkan bab fiqh. Hal ini dapat dilihat dari tehnik penyusunannya yang khas, yakni mengumpulkan hadis-hadis yang memiliki tema serupa.

Ia dibesarkan di Yaman dan pernah mengenyam pendidikan di Yaman. Maka wajarlah Motzki mengambil kitab ini sebagi objek kajiannya, karena kitab ini dianggap representatif, sekaligus membuktikan tesa yang dibangun bahwa otentisitas hadis dapat dipertanggung jawabkan. Metode isnad cum matan analysis adalah menganalisis, menelaah baik jalur-jalur periwayatan maupun teks hadis.

Di antara karakteristik pendekatan isnad cum matn analysis adalah kualitas seorang perawi tidak hanya didasarkan pada komentar ulama tentang perawi tersebut. Komentar ulama tentangnya menjadi sekunder. Sedangkan Kualitas perawi utama ditentukan terutama oleh matn atau teks dari perawi tersebut.

Adapun pendekatan yang digunakan Motzki adalah Traditional-Historical yaitu menganalisis sekaligus menguji materi-materi dari perawi tertentu. Motzki memakai analisis untuk menemukan unsur-unsur yang menjadi dasar bagi penemuan apakah sumber dan materi yang dilaporkan adalah otentik atau palsu. Dari sini juga dapat diketahui perawi siapa yang bertanggung jawab atas perubahan teks hadis. Dengan metode ini dapat dihindari resiko ketidak-ditemukannya seorang common link yang dipalsukan.

Semakin banyak dan panjang variasi teks hadis, maka hasil penelitian metode ini semakin meyakinkan. Menurut Komarudin Amin, teori ini bukanlah sesuatu yang baru, namun dalam prakteknya metode ini hampir tidak diterapkan dalam kajian hadis. Lebih jauh, Motzki meneliti sumber dari keempat rawi yang menjadi sumber utama.

Dalam hal ini, Motzki berpendapat bahwa kekhasan tersebut menjadi indikator keotentikan riwayat hadis. Tidak mungkin pemalsu menyusun materi dalam susunan yang spesifik dengan perbedaan yang begitu signifikan. Jika memang ia seorang pemalsu, bukankah lebih mudah untuk menyandarkan pada ulama-ulama terkemuka tanpa struktur periwayatan yang bervariasi.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa informasi dalam mushannaf Abdul Razzaq adalah otentik, bukan sebuah hasil pemalsuan. Dengan demikian, hal ini berarti hadis juga merupakan sesuatu yang otentik. Hadis-hadis tersebut ketika dianalisis secara statistik menunjukkan adanya rujukan kepada otoritas lebih awal yang tidak seimbang dan sporadis. Dengan kata lain, informasi mengenai dirinya dan ajarannya adalah sesuatu yang otentik. Namun, Schacht menyatakan bahwa otentisitas tersebut ditutupi oleh atribusi fiktif pada abad kedua hujriah.

Namun hal ini berbeda dengan pendapat Motzki. Berdasarkan penelitian Motzki, dari keseluruhan materi Ibn Juraij terlihat sangat bervariasi. Dari hal ini, mustahil seorang Ibnu Juraij melakukan pemalsuan.

Kalau Ibn Juraij pemalsu, tentunya ia tidak akan menyandarkan riwayat dengan sangat complicated. Dalam External criteria of authenticity, Motzki membaginya menjadi dua bagian. Pertama, magnitude dari segi sanad yaitu penelitian atas banyaknya sanad dan penyebarnya.

Kedua, genre dari segi matan yaitu penelitian atas gaya atau style penyampaian. Ibnu Juraij tidak hanya menyajikan pendapat hukum dari generasi sebelumnya, tapi juga menyampaikan pendapat hukumnya sendiri. Adanya upaya Ibnu Juraij untuk menyajikan materinya secara tepat dan verbatim.

DOFLEIN METHOD PDF

Harald Motzki

Latar Belakang. Mengingat hadis merupakan warisan yang sejak awalnya memuat keunikan yang menarik untuk dikaji. Kini pergulatan pemikiran kontemporer mengenai hadis, baik melalui kajian yang dilakukan oleh sarjana muslim maupun sarjana Barat mengalami dinamika yang bisa dikatakan cukup signifikan. Tak sedikit pengkaji hadis yang mencoba mengembangkan dan mengkritisi pemikiran tentang hadis baik yang berasal dari sarjana muslim maupun sarjana Barat. Dan Harald Motzki adalah salah satu dari sekian tokoh dari sekian sarjana barat yang mengkaji tentang otentisitas hadis.

KEPMEN 1453 PDF

Baiklah, Buat para mahasiswa sekalian karena saat ini kita sudah disuguhkan dengan kajian ilmu kajian orientalis maka kami sedikit mengutarakan sedikit perihal isi makalah kami ini yang semoga ada manfaatnya buat kita, dan apabila ada kesalahan baik dalam penulisan atau lainnya terlebih dahulu kami pemakalah mengucapkan ribuan mohon maaf yang setulusnya. Ilmu kajian orientalis yang akan kami bahas yaitu meliputi biografi dari pelaku orientalis sendiri dan juga pemikiran yang pelaku isyaratkan dalam kajianya, termasuk sangahan-sangahannya, juga perbedaan pendapat antar sesama pelaku orientalis sendiri dan juga pembahasan yang lainya. Mungkin demikianlah sekedar pendahuluan dari kami semoga kita dapat membahas makalah ini dengan sukses dan berjalan dengan lancar, lebih dan kurang kami mohon maaf serta kami berharap adanya kritik dan saran dari Bapak pembimbing dan para peserta, yang bersifat membangun dan menambah kajian keilmuan kita khusus dibidang mata kuliah kajian orientalis. Motzki adalah sosok yang dikenal para pemerhati orientalisme sebagai sosok yang banyak mengkaji hadits, sejarah yang berhubungan dengan sirah, Motzki terhadap hadits lebih didominasi penelitiannya terhadap sisi sejarah hadits itu sendiri. Die Anfange der islamischen Jurisprudenz.

ANATOLE LEIKIN PDF

Because his result study, some orientalist included him into midlle ground group. PENDAHULUAN Harald Motzki adalah seorang orientalis yang berkonsentrasi pada kajian hadis khususnya terkait dengan otentisitas hadis sebagai hukum Islam dengan kesimpulan bahwa jurisprudensi telah ada semenjak masa awal penyebaran Islam dikategorikan sebagai Orientalis bermadzhab middle ground [1] bersama beberapa orientalis lainnya seperti G. Hingga makalah ini selesai disusun, tidak penulis temukan biografi serta latar belakang kehidupannya secara terperinci. Informasi mengenai dirinya yang penulis dapatkan hanya bahwa Motzki adalah seorang sarjana dalam kajian Islam fokus pada bidang hadis yang menjadi Guru Besar di Universitas Nijmegen, Belanda. Buah karya monumental yang lahir dari goresan penanya adalah: 1. Harald Motzki, Die Anfange der islamischen Jurisprudenz.

ECC88 DATENBLATT PDF

.

Related Articles