JURNAL DISPEPSIA PDF

Dispepsia dengan keluhan seperti ulkus ulcus-like dyspepsia , dengan gejala: Nyeri epigastrium terlokalisasi. Nyeri hilang setelah makan atau pemberian antasid. Nyeri saat lapar. Dispepsia dengan gejala seperti dismotilitas dysmotility-like dyspepsia , dengan gejala: Mudah kenyang. Perut cepat terasa penuh saat makan. Upper abdominal bloating.

Author:Yoshicage Fenrishicage
Country:Samoa
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):19 April 2006
Pages:333
PDF File Size:3.83 Mb
ePub File Size:6.52 Mb
ISBN:696-2-30369-290-4
Downloads:82364
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Arashitaxe



Dispepsia dengan keluhan seperti ulkus ulcus-like dyspepsia , dengan gejala: Nyeri epigastrium terlokalisasi. Nyeri hilang setelah makan atau pemberian antasid. Nyeri saat lapar. Dispepsia dengan gejala seperti dismotilitas dysmotility-like dyspepsia , dengan gejala: Mudah kenyang. Perut cepat terasa penuh saat makan. Upper abdominal bloating. Perdarahan saluran cerna bagian atas Rasa tak nyaman bertambah saat makan 3.

Dispepsia nonspesifik tidak ada gejala seperti kedua tipe diatas. Pembagian akut dan kronik berdasarkan atas jangka waktu tiga bulan. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan radiologi yaitu, OMD dengan kontras ganda, serologi Helicobacter pylori, dan urea breath test belum tersedia di Indonesia. Endoskopi merupakan pemeriksaan baku emas, selain sebagai diagnostik sekaligus terapeutik. Pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan endoskopi adalah: CLO rapid urea test Kultur mikroorganisme MO jaringan PCR polymerase chain reaction , hanya dalam rangka penelitian Jika dispepsia menetap selama lebih dari beberapa minggu, atau tidak memberi respon terhadap pengobatan, atau disertai penurunan berat badan atau gejala lain yang tidak biasa, maka penderita harus menjalani pemeriksaan.

Pemeriksaan laboratorium biasanya meliputi hitung jenis sel darah yang lengkap dan pemeriksaan darah dalam tinja. Barium enema untuk memeriksa kerongkongan, lambung atau usus halus dapat dilakukan pada orang yang mengalami kesulitan menelan atau muntah, penurunan berat badan atau mengalami nyeri yang membaik atau memburuk bila penderita makan.

Endoskopi bisa digunakan untuk memeriksa kerongkongan, lambung atau usus kecil dan untuk mendapatkan contoh jaringan untuk biopsi dari lapisan lambung. Contoh tersebut kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk mengetahui apakah lambung terinfeksi oleh Helicobacter pylori. Kadang dilakukan pemeriksaan lain, seperti pengukuran kontraksi kerongkongan atau respon kerongkongan terhadap asam.

Penatalaksanaan Berdasarkan Konsensus Nasional Penanggulangan Helicobacter pylori , ditetapkan skema penatalaksanaan dispepsia, yang dibedakan bagi sentra kesehatan dengan tenaga ahli gastroenterolog atau internis yang disertai fasilitas endoskopi dengan penatalaksanaan dispepsia di masyarakat.

Pengobatan dispepsia mengenal beberapa golongan obat, yaitu: 1. Antasid akan menetralisir sekresi asam lambung. Pemakaian obat ini sebaiknya jangan diberikan terus menerus, sifatnya hanya simtomatis, untuk mengurangi rasa nyeri. Mg trisilikat dapat dipakai dalam waktu lebih lama, juga berkhasiat sebagai adsorben sehingga bersifat nontoksik, namun dalam dosis besar akan menyebabkan diare karena terbentuk senyawa MgCl2. Antikolinergik Perlu diperhatikan, karena kerja obat ini tidak spesifik.

Pirenzepin juga memiliki efek sitoprotektif. Antagonis reseptor H2 Golongan obat ini banyak digunakan untuk mengobati dispepsia organik atau esensial seperti tukak peptik. Obat yang termasuk golongan antagonis reseptor H2 antara lain simetidin, roksatidin, ranitidin, dan famotidin. Obat-obat yang termasuk golongan PPI adalah omeperazol, lansoprazol, dan pantoprazol. Selain bersifat sitoprotektif, juga menekan sekresi asam lambung oleh sel parietal. Sukralfat berfungsi meningkatkan sekresi prostaglandin endogen, yang selanjutnya memperbaiki mikrosirkulasi, meningkatkan produksi mukus dan meningkatkan sekresi bikarbonat mukosa, serta membentuk lapisan protektif sebagai site protective , yang bersenyawa dengan protein sekitar lesi mukosa saluran cerna bagian atas SCBA.

Golongan prokinetik Obat yang termasuk golongan prokinetik, yaitu sisaprid, domperidon dan metoklopramid. Golongan ini cukup efektif untuk mengobati dispepsia fungsional dan refluks esofagitis dengan mencegah refluks dan memperbaiki bersihan asam lambung acid clearance.

MANOLITO GAFOTAS COMO MOLO PDF

JURNAL DISPEPSIA PDF

Jika anda membawa salah satu tanda dan tanda-tanda penyakit dispepsia di atas, maka anda perlu langsung mengobatinya sebelum akan penyakit yang anda derita akan tambah memburuk. Salah satu obat herbal yang benar-benar pas untuk menyembuhkan penyakit dispepsia yaitu obat herbal Jelly Gamat Gold-G. Di di dalam kadar teripang komposisi utama obat jelly gamat Gold G laut ini memiliki kandungan banyak kegunaan yang benar-benar baik untuk digunakan sebagai obat untuk mengatasi beragam macam penyakit layaknya sebagai obat herbal dispepsia. Untuk terapi sakit ringan, minumlah 2 sendok makan 3 kali sehari sebelum makan. Untuk terapi sakit sedang, minumlah 3 sendok makan 3 kali sehari sebelum makan. Untuk terapi sakit berat, minumlah 5 sendok makan 3 kali sehari sebelum makan. Untuk terapi sakit gula atau diabetes berat dengan luka, disamping diminum dianjurkan dengan dioles pada luka secara merata menggunakan kapas bersih, sebanyak 5 kali sehari, ini akan mempercepat penyembuhan dan pengeringan luka Baik luka lama maupun luka baru sangat dianjurkan.

FITEL S176 PDF

jurnal penyakit dispepsia pdf

Gangguan ini terdiri dari berbagai gejala di perut bagian atas, seperti rasa penuh, ketidaknyamanan, kekenyangan, kembung, mulas, bersendawa, mual, muntah, atau nyeri. Penyebab organik dari dispepsia adalah ulkus peptikum, penyakit gastroesophageal reflux, kanker lambung atau esofagus, pankreas atau gangguan empedu, alergi makanan, intoleransi terhadap makanan atau obat-obatan, dan penyakit menular atau sistemik lainnya. Mekanisme patofisiologi adalah tertundanya pengosongan lambung, akomodasi lambung gangguan untuk makan, hipersensitivitas terhadap distensi lambung, duodenum sensitivitas diubah untuk lipid atau asam, motilitas antroduodenojenunal diubah dan ritme listrik lambung, unsuppressed kontraktilitas postprandial phasic di lambung proksimal, dan sistem saraf otonom -tengah disregulasi sistem saraf. Sebagian klinisi ladang menyamakan dyspepsia dengan gastritis. Hal ini secara medis tidak benar, karena gastritis adalah suatu diagnosa patologik, dan tidak semua dyspepsia disebabkan oleh gastritis dan tidak semua kasus gastritis yang terbukti secara patologi anatomik disertai gejala dyspepsia. Karena dyspepsia dapat disebabkan oleh banyak keadaan maka dalam menghadapi sindrom klinik ini penatalaksanaannya seharusnya tidak seragam.

Related Articles