JURNAL TENTANG AMPHIBI PDF

Adapun ciri-ciri umum anggota amphibia adalah sebagai berikut: Memilliki anggota gerak yang secara anamotis pentadactylus, kecuali pada apod yang anggota geraknya terduksi. Tidak memiliki kuku dan cakar, tetapi ada beberapa anggota amphibia yang pada ujung jarinya mengalami penandukan membentuk kuku dan cakar, contoh Xenopus sp Kulit memiliki dua kelenjar yaitu kelenjar mukosa dan atau kelenjar berbintil biasanya beracun. Pernafasan dengan insang, kulit, paru-paru. Mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum. Jantung terdiri dari tiga lobi 1 ventrikel dan 2 atrium Mempunyai struktur gigi, yaitu gigi maxilla dan gigi palatum. Merupakan hewan poikiloterm.

Author:Kira Brami
Country:Portugal
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):24 March 2006
Pages:95
PDF File Size:4.59 Mb
ePub File Size:9.42 Mb
ISBN:211-5-51599-699-4
Downloads:84328
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kisho



Adapun ciri-ciri umum anggota amphibia adalah sebagai berikut: Memilliki anggota gerak yang secara anamotis pentadactylus, kecuali pada apod yang anggota geraknya terduksi. Tidak memiliki kuku dan cakar, tetapi ada beberapa anggota amphibia yang pada ujung jarinya mengalami penandukan membentuk kuku dan cakar, contoh Xenopus sp Kulit memiliki dua kelenjar yaitu kelenjar mukosa dan atau kelenjar berbintil biasanya beracun.

Pernafasan dengan insang, kulit, paru-paru. Mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum. Jantung terdiri dari tiga lobi 1 ventrikel dan 2 atrium Mempunyai struktur gigi, yaitu gigi maxilla dan gigi palatum. Merupakan hewan poikiloterm. Kebanyakan Amfibi adalah hewan tropis, karena sifatnya yang poikiloterm atau berdarah dingin. Amphibi memerlukan sinar matahari untuk mendapatkan panas ke tubuhnya, karena tidak bisa memproduksi panas sendiri.

Oleh karena itu banyak amphibi yang ditemukan di wilatah tropis dan sub tropis, termasuk seluruh kawasan Indonesia. Amphibi umumnya merupakan makhluk semi akuatik, yang hidup di darat pada daerah yang terdapat air tawar yang tenang dan dangkal. Tetapi ada juga amphibi yang hidup di pohon sejak lahir sampai mati, dan ada juga yang hidup di air sepanjang hidupnya. Amphibi banyak ditemukan di areal sawah, daerah sekitar sungai, rawa, kolam, bahkan dilingkungan perumahan pun bisa ditemukan.

Di belakang mata terdapat membrane tympani untuk menerima getaran suara. Pada akhir tubuh terdapat anus yang berfungsi sebagai pintu pelepas faeces, urine dan sel kelamin. Extremitas muka yang berupa kaki atau tangan berukuran pendek, terdiri atas : brachium lengan atas yang berupa humerus, antibracium lengan bawah yang berupa radioulna, carpus pergelangan tangan , menus telapak tangan yang terdiri atas metacarpus dan phalangus jari — jari ; pada telapak tangan terdapat palm, di bawah jari pada hewan jantan terdapat penebalan terutama pada musim kawin.

Extremitas belakang yang berupa kaki belakang terdiri atas femur paha , crus bagian kaki bawah yang terdiri atas tibia dan fibula, tarsus pergelangan kaki , pes telapak kaki yang terdiri atas meta tarsus dan phalangus jari — jari. Katak adalah bilateral simetris. Alat pencernaan yang tampak dari luar yaitu cavum oris, dibatasi oleh maxillae rahang atas atap pada sebelah atas, sedang di sebelah bawah di batasi oleh mandibula rahang bawah dan oshyoid.

Kemudian dilanjutkan oleh pharynx, oesophagus, ventricullus dan intestinum yang terletak di dalam rongga tubuh. Lingula lidah yang pipih berpangkal pada dasar di sebelah anterior mulut. Pada permukaannya terdapat kuncup perasa dan papil, dilapisi oleh lendir, dapat dijulurkan dari belakang ke muka untuk menangkap mangsa. Lingula disokong oleh oshyoid yang berupa tulang rawan yang memungkinkan lidah tegar tapi lemas. Pada maxillae sebelah luar terdapat denta maxillaris gigi maxillaris , sedang pada atap cavum oris terdapt denta vomerin terdapat dua lubang nares interns yang berhubungan dengan narens externs.

Glottis terletak pada medium ventral pharynx sebelah belakang lingula, merupakan pintu menuju ke pulmo paru — paru. Di belakang mata di dekat sudut mulut terdapat ostium pharyngeum dari tuba auditiva eustachii yang menghubungkan cavum oris dengan ruang telinga dalam. Kepala amfibi memiliki bentuk segitiga seperti kerucut yang terdiri dari dua mata dan pada masing-masing mata ini terdapat kelopak mata atas dan bawah.

Pada kelopa mata bawah terdapat membran tipis yang disebut membran niktitans. Lubang hidung pada amfibi berhubungan langsung dengan rongga mulutnya. Telinga amfibi terdiri atas telinga tengah dan telinga dalam tidak mempunyai telinga luar. Pada telinganya juga terdapat salurang yang berhubungan dengan faring yang disebut juga tuba eustachius, saluran ini berguna untuk menyesuaikan tekanan udara pada lingkungan luar tubuh dengan lingkungan dalam tubuh.

Katak juga mempunyai gendang teling membran timpani , sedangkan salamander tidak mempunyai, oleh karena itu mereka menangkap getaran suara dengan kakinya. Sistem Organ amfibi Sistem Pencernaan Alat pencernaan makanan diawali oleh cavum oris dan diakhiri oleh anus. Pada beberapa bagian dari tractus digestoria mempunyai struktur dan ukuruan yang berbeda.

Mangsa yang berupa hewan kecil yang ditangkap untuk dimakan akan dibasahi oleh air liur. Katak tidak begitu banyak mempunyai kelenjar ludah. Dari cavum oris makanan akan melalui pharynx, oesophagues yang menghasilkan sekresi alkalis basis dan mendorong makanan masuk dalam fentriculus yang berfungsi sebagai gudang percernaan. Bagain muka frentriculus yang besar disebut cardiarc, sedag bagian posterior mengecil dan berakhir dengan pyloris. Kontraksi dinding otot ventriculus meremas makanan jadi hancur dan dicampur dengan sekresi ventriculus yang mengandung enzim atau verment, yang merupakan katalisator.

Tiap — tiap enzim merubah sekelompok zat makanan manjadi ikatan — ikatan yang lebih sederhana. Enzim yanbg dihasilkan oleh ventriculus dan intestinum terdiri atas : pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak.

Disamping itu ventriculus menghasilkan asam klorida untuk mengasam kan bahan makanan. Gerakan yang menyebabkan bahan makanan berjalan dalam saluran disebut gerak peristalis. Beberapa penyerapan zat makanan terjadi di ventriculus tetapi terutama terjadi di intestinum. Makanan masuk ke dalam intertinum dari ventriculus melalui klep pyloris. Kelenjar pencernaan yang besar adalah hepardan pancreaticum yang memberikan sekresinya pada intestinum kecuali itu intestinum menghasilkan sekresi sendiri.

Hepar yang besar terdiri atas beberapa lobus dan bilus atau zat empedu yang dihasilkan akan ditampung sementara dalam fesica felea, yang kemudian akan dituangkan dalam intestinum melalui ductus cystcus dahulu kemudian melalui duktus cholydocus yang merupakan saluran gabungan dengan saluran yang dari pankreas. Fungsi bilus untuk mengilmusikan zat lemat. Bahan makanan yang merupakan sisa di dalam intestinum mjor menjadi feces dan selanjutnya dikeluarkan melalui anus.

Sistem Peredaran Darah Jantung katak terdiri dari tiga ruang yaitu : atrium kiri, atrium kanan, dan ventrikel 2 atrium, 1 ventrikel.

Atrium kanan menerima darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh, sedangkan atrium kiri menerima darah dari paru — paru. Darah dari kedua atrium bersama — sama masuk ventrikel. Walaupun tampaknya terjadi percampuran antara darah yang miskin oksigen dengan darah yang kaya oksigen namun percampiurn diminimalisasi oleh adanya sekat — sekat yang terdapat pada ventrikel.

Dari ventrikel, darah masuk ke pembuluh darah yang bercabang tiiga. Arteri anterior mengalirkan darah ke kepala dan ke otak.

Cabang tengah lung aorta mengalirkan darah ke jaringan internal dan organ dalam badan, sedangkan arteri posterior dilewati oleh darah yang menuju kulit dan paru — paru.

Darah vena dari seluruh tubuh mengalir masuk ke sinus venosus dan kemudian mengalir menuju ke atrium kanan. Dari atrium kanan, darah mengalir ke ventrikel yag kemudian di pompa keluar melalui arteri pulmonalis?

Lintasan peredaran darah ini disebut peredaran darah paru — paru. Selain peredaran darah paru — paru, pada katak? Sistem Ekresi Ginjal amphibi sama dengan ginjal ikan air tawar yaitu berfungsi untuk mengeluarkan air yang berlebih. Karena kulit katak permeable terhadap air, maka pada saat ia berada di air, banyak iar masuk ke tubuh katak secara osmosis. Pada saat ia berada di darat harus melakukan konservasi air dan tidak membuangnya.

Katak menyesuaikan dirinya terhadap kandungan air sesuai dengan lingkungannya dengan cara mengatur laju filtrasi yang dilakukan oleh glomerulus, sistem portal renal berfungsi untuk membuang bahan — bahan yang diserap kembali oleh tubuh selama masa aliran darah melalui glomerulus dibatasi.

Katak juga menggunkan kantung kemih untuk konserfadsi air. Apabila sedang berada dia air, kantung kemih terisi urin ynag encer. Pada saat berada di darat air diserap kembali ke dalam darah menggantikan air yang hilang melalui evaporasi kulit.

Hormon yang mengendalikan adalah hormon yang sama dengan ADH. Sistem Kelenjar Endokrin Dengan mengambil contoh Katak. Katak memiliki beberapa kelenjar endokrin yang menghasilkan sekresi intern yang disebut hormon. Fungsinya mengatur atau mengontrol tugas — tugas tubuh, merangsang, baik yang bersifat mengaktifakan atau mengerem pertumbuhan, mengaktifakan bermacam — macam jaringan dan berpengaruh terhadap tingkah laku mahluk.

Pada dasar otak terdapat glandulae pituitaria atcuglandulaehypophysa bagian anterior kelenjar ini pada larva menghasilkan hormon pertumbuhan. Hormon ini mengontrol pertumbuhan tubuh terutama panajang tulang, dn kecuali itu mempengaruhi glandulae thyroidea. Bila seekor berudu diambil dan bagian anterior glndulae hypophysannya, berudu tersebut tak akan tumbuh menjadi katak tapi bila potongan itu ditransplatasikan kemabali, maka pertumbuhan akan terjadi sebagai mana mestinya.

Pemberian hormon yang dihasilkan oleh bagian anterior hypophysa ini baik secara oral atau suntikan menyebabkan pertumbuhan raksasa. Pada katak dewasa bagian anterior glandulae pitutaria ini menghasilkan homon yang merangsang gonad untuk menghasilkan sel kelamin. Jika kita mengadakan implantasi, kelenjar ini dengan suskses pada seekor katak dewasa yang tak dalam keadaan berkembang biak, maka mulai saat itu terjadi perubahan.

Implantasi pada hewan betina mengakibatkan hewan itu menghasilkan ovum yang telah masak. Implantasi pada hewan jantan mengakibatkan hewan itu mengahasilkan sperma.

Bagian tengah pituitaria akan menghasilkan hormon intermidine yang mempunyai peranan dalam pengaturan kromotofora dalam kulit. Bagian posterior pituitaria menghasilkan suatu hormon yang mengatur pengambilan air. Glandulae phyroidea yang terdapat di belakang tulang rawan hyoid menghasilkan hormon thryoid yang mengatur metabolisme secara umum. Kelnjar ini menjadi besar pada berudu sebelum metamorfose menjadi katak.

Jika kelenjar itu diambil maka berudu tidak akan menjadi katak. Kelenjar pankreas menghasilkan hormon nsulin yang mengatur metabolisme memacu pengubahan glukosa menjadi glikogen. Pada permukaan luar ginjal terdapat glandula suprarenalis atau glandula adrenalis yang kerjanya berlawanan dengan insulin mengubah glikogen menjadi glukosa.

Indra Makhluk Amphibi Pada hewan amphibi katak memiliki 2 indera yang paling menonjol: Indera penglihat Mata Mata katak berbentuk bulat dengan lensa yang tebal. Terdiri dari selaput yang bergerak dari bawah ke samping atas membatasi jarak penglihatan sehingga mata katak tidak dapat berakomodasi.

Katak memiliki selaput tidur pada kelopak matanya yang disebut membran niktitans atau selaput tidur. Fungsi membran niktitans: untuk menjaga kelembapan mata katak saat di darat dan melindungi dari gesekan di dalam air. Indera pendengar Telinga Alat pendengaran katak berupa telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam.

Jika kita melihat katak mungkin kita tidak dapat melihat telinganya karena katak tidak memiliki daun telinga, tapi kalau diperhatikan lebih seksama kita dapat menemukan selaput gendang telinganya. Proses penyampaian bunyi pada pendengaran katak: Getaran suara diterima oleh selaput gendang telinga, menggetarkan tulang pendengaran dan meneruskannya ke tingkap jorong. Di tingkap jorong, getaran ini diteruskan oleh cairan limfa ke saraf pendengaran.

Indera lainnya Sebenarnya indera katak yang lain hanya berfungsi seperti fungsi pada umumnya, misalnya lidah katak. Namun lidah katak cukup bisa membedakan mana makanan yang layak makan dan yang tak bisa dimakan. Selain itu, lidah katak juga dapat menjulur panjang dan digunakan untuk menangkap mangsa seperti serangga. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karma tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu.

Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis.

DIGITAL PRINCIPLES AND DESIGN DONALD D GIVONE PDF

Amfibi adalah

Voodoosho Friends to this ground. Amfibi Jawa dan Bali. Dec 27, If Examplify is unable to upload your answer file automatically after an exam, you can find and upload the file using our website instead. This research has done on Februari 12th until Februari 30th Clinical Medicine Lecture Notes provides a comprehensive, accessible introduction to the management and treatment of medical conditions.

INTRODUCING PUBLIC ADMINISTRATION SHAFRITZ PDF

Pengertian dan Ciri Amfibi beserta Sistem Organ

Dalam praktikum ini dilakukan pengukuran parameter anggota tubuh Amphibia. Dalam praktikum ini dipergunakan anggota dari ordo Anura diantaranya, Bufo melanostictus, Fejerverya cancrivora, Rana erithraea. Dalam praktikum ini juga dilakukan penimbangan berat sampel dan indifikasi. Selain itu pengukuran terhadap sampel yang dilakukan harus tepat. Dari hasil praktikum didapatkan hasil klasifikasi dan morfologi dari anggota ordo Anura dengan baik. Amphibia bertelur di air atau menyimpan telur di tempat lembab dan basah.

INTERPERSONALNE STOSUNKI MIDZYKULTUROWE PDF

Pengertian Jenis Dan Ciri-Ciri Amfibi Dalam Ilmu Biologi

Reproduksi dengan oviparous. Larva berenang bebas di air dengan tiga pasang insang yang bercabang yang segera hilang walaupun membutuhkan waktu yang lama di air sebelum metamorphosis. Sama sekali tidak mempunyai kaki, sehingga jenis kecil mirip cacing dan yang besar sepanjang 1,5 m mirip ular. Ekornya pendek atau tidak ada, dan kloakanya dekat ujung badan. Kulitnya lembut dan berwarna gelap tidak mengkilap, namun beberapa jenis berwarna-warni. Di dalam kulit ada sisik dari kalsit. Karena sisik inilah, sesilia pernah dianggap berkerabat dengan Stegocephalia fosil, namun sekarang hal itu dipercaya karena perkembangan sekunder dan kedua kelompok itu tidak mungkin berkerabat.

Related Articles