LAPORAN ASIDI ALKALIMETRI PDF

Tabel I. Asam x 1 2. Pembahasan 1. Hal ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi HCl perlu distandarisasi karena dibuat dari pengenceran. Indikator metil orange dibuat atau digunakan untuk menentukan menentukan kapan titik akhir titrasi TAT tercapai dengan indikasi perubahan warna, dimana indikator metil orange dari warna orange akan berubah warna menjadi merah muda.

Author:Mokree Meztikasa
Country:Libya
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):21 September 2014
Pages:373
PDF File Size:5.56 Mb
ePub File Size:18.75 Mb
ISBN:453-2-26096-970-3
Downloads:83839
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Jujind



Asidimetri adalah pengukuran jumlah asam atau pengukuran dengan asam yang diukur jumlah asam atau garam. Adapun alat-alat yang digunakan antara lain: buret, statif besi, pipet tetes, corong, beaker glass, erlenmeyer, klem, aluminium foil.

Cara ini cukup menguntungkan karena pelaksanaannya mudah dan cepat, ketelitian dan ketepatannya juga cukup tinggi. Titrasi asidi-alkalimetri dibagi menjadi dua bagian besar yaitu asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri adalah titrasi dengan menggunakan larutan standar asam untuk menentukan basa. Asam-asam yang biasanya dipergunakan adalah HCl, asam cuka, asam oksalat, asam borat. Sedangkan alkalimetri merupakan kebalikan dari asidimetri yaitu titrasi yang menggunakan larutan standar basa untuk menentukan asam.

Dalam bidang farmasi, asidi-alkalimetri dapat digunakan untuk menentukan kadar suatu obat dengan teliti karena dengan titrasi ini, penyimpangan titik ekivalen lebih kecil sehingga lebih mudah untuk mengetahui titik akhir titrasinya yang ditandai dengan suatu perubahan warna, begitu pula dengan waktu yang digunakan seefisien mungkin Haryadit, Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dilakukan analisis volumetrik adalah sebagai berikut : 1.

Reaksinya harus berlangsung sangat cepat. Harus ada perubahan yang terlihat pada saat titik ekuivalen tercapai, baik secara kimia maupun secara fisika. Harus ada indikator jika reaksi tidak menunjukkan perubahan kimia atau fisika. Indikator potensiometrik dapat pula digunakan Sasongko, Pada percobaan ini akan dilakukan metode titrasi asidi-alkalimetri untuk menentukan kadar asam asetat dalam cuka. Melalui percobaan ini, diharapkan praktikan mampu memahami dan mengerti cara penentuan kadar konsentrasi suatu larutan dengan tepat serta perhitungan yang didasarkan dengan prinsip stokiometri dari reaksi kimia di mata kuliah kimia analisa ini.

Tujuan dari percobaan asidi alkalimetri ini adalah : 1. Untuk mengetahui dan memahami prinsip titrasi asidi alkalimetri. Untuk menentukan kadar sampel larutan asam maupun basa sesuai dengan prinsip titrasi asidi alkalimetri. Untuk mengetahui aplikasi asidi alkalimetri di dalam industri. Dapat mengetahui dan memahami prinsip titrasi asidi alkalimetri. Dapat menentukan kadar sampel larutan asam maupun basa sesuai dengan prinsip titrasi asidi alkalimetri.

Dapat mengetahui aplikasi asidi alkalimetri di dalam industri. Analisis semacam ini yang menggunakan pengukuran volume larutan reaktan disebut analisis volumetri. Pada suatu titrasi, salah satu larutan yang mengandung suatu reaktan dimasukkan ke dalam buret, sebuah tabung panjang yang salah satu ujungnya mempunyai kran dan diberi skala dalam mililiter dan sepersepuluh mililiter.

Larutan dalam buret disebut penitrasi titran dan selama titrasi, larutan ini diteteskan secara perlahan melalui kran ke dalam labu Erlenmeyer yang mengandung larutan reaktan lain. Larutan penitrasi ditambahkan sampai seluruh reaksi selesai yang dinyatakan dengan berubahnya warna indikator, suatu zat yang umumnya ditambahkan ke dalam larutan dalam bejana penerima dan yang mengalami perubahan warna ketika reaksi berakhir. Perubahan warna ini menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi, diberi nama demikian karena pada titik ini, penetesan larutan penitrasi dihentikan dan volumenya dicatat Brady, Reaksi dilakukan secara bertahap tetes demi tetes hingga tepat mencapai titik stoikiometri atau titik setara.

Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titran. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa atau sebaliknya. Titran ditambahkan titer tetes demi tetes sampai mencapai keadaan ekuivalen artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi yang biasanya ditandai dengan berubahnya warna indikator.

Titik akhir titrasi ini mendekati titik ekuivalen, tapi biasanya titik akhir titrasi melewati titik ekuivalen. Oleh karena itu, titik akhir titrasi sering disebut juga sebagai titik ekuivalen. Pada saat titik ekuivalen ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian catat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut.

Dengan menggunakan data volume titran, volume dan konsentrasi titer maka bisa dihitung konsentrasi titran tersebut Pramono, Pereaksi T disebut titran ditambahkan secara sedikit-sedikit, biasanya dari sebuah buret, dalam bentuk larutan dengan konsentrasi yang diketahui.

Larutan yang disebut belakangan disebut larutan standar dan konsentrasinya ditentukan dengan suatu proses, disebut stsndarisasi. Penambahan titran dilanjutkan hingga sejumlah T yang kimia ekivalen dengan A telah ditambahkan. Maka dikatakan bahwa titik ekivalen titran telah tercapai. Agar mengetahui bila penambahan titran berhenti, kimiawan dapat menggunakan sebuah zat kimia, yang disebut indikator, yang bertanggap terhadap adanya titran berlebih dengan perubahan warna.

Perubahan warna inidapat atau tidak dapat terjadi tepat pada titik ekivalen. Titik titrasi pada saat indikator berubah warna disebut titik akhir. Reaksi-reaksi kimia yang dapat diterima sebagai dasar untuk penentuan titrimetrik salah satunya adalah reaksi asam-basa.

Reaksi ini memiliki nama lain sebagai asidi-alakalimetri. Terdapat banyak asam dan basa yang ditentukan dengan titrimetri. Asidi dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion hidrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk menghasilkan air yang bersifat netral. Netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara pemberi proton asam dengan penerima proton basa.

Asidimetri merupakan penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawa-senyawa yang bersifat basa dengan menggunakan baku asam. Sebaliknya alkalimetri merupakan penetapan kadar senyawa-senyawa yang bersifat asm dengan menggunakan baku basa. Titrasi asam-basa dapat memberikan titik akhir yang cukup tajam dan untuk itu digunakan pengamatan dengan indikator bila pH pada titi ekivalen antara Demikian juga titik akhir titrasi akan tajam pada titrasi asam tau basa lemah jika pentitrasian adalah basa atau asam kuat dengan perbandingan tetapan disosiasi asam lebih besar dari Selama titrasi asam-basa , pH larutan berubah secara khas.

Indikator asam-basa terletak pada titik ekivalen dan ukuran dari pH. Zat-zat indikator dapat berupa asam atau basa, larut, stabil dan menunjukkan perubahan warna yang kuat serta biasanya adalah zat organik.

Perubahan warna disebabkan oleh resonansi ismer elektron. Berbagai indikator mempunyai tetapan ionisasi ynag berbeda dan akibatnya mereka menunjukkan warna pada range pH yang berbeda. Indikator asam-basa secara garis besar dapat diklasifikasikan dalam tiga golongan: a. Pada kasus ini, asam lemah tidak berwarna dan ion-nya berwarna merah muda terang. Penambahan ion hidrogen berlebih menggeser posisi kesetimbangan ke arah kiri, dan mengubah indikator menjadi tak berwarna.

Penambahan ion hidroksida menghilangkan ion hidrogen dari kesetimbangan yang mengarah ke kanan untuk menggantikannya — mengubah indikator menjadi merah muda. Setengah tingkat terjadi pada pH 9. Karena pencampuran warna merah muda dan tak berwarna menghasilkan warna merah muda yang pucat, hal ini sulit untuk mendeteksinya dengan akurat! Clark, Pencatu daya 7A Montana dipergunakan sebagai sumber arus listrik eskternal. Multimeter analog Sanwa YX— Tre diperlukan untuk mengontrol kuat arus selama elektrolisis.

Neraca analitik konvensional digunakan untuk menimbang endapan hasil elektrolisis. Seratus milliliter larutan campuran MgSO4 dan KCl dituangkan ke dalam kompartemen tengah, sementara akuades dituangkan ke dalam kompartemen anodik dan katodik, masing-masing sebanyak mL.

Sebanyak 5 tetes indikator fenolftalein dibubuhkan ke kompartemen katodik. Potensial diatur konstan 6 volt. Elektrolisis dihentikan kurang lebih 20 menit setelah pH larutan dalam kompartemen katodik tidak lagi berubah. Sebagai data penguat, kadar KOH dalam larutan katodik ditentukan berdasarkan metode titrasi asidi—alkalimetri, mempergunakan larutan standar HCl 0,1 M. Indikator fenolftalein digunakan sebagai penanda titik ekivalen titrasi.

ELEOTRIS PISONIS PDF

LAPORAN PRAKTIKUM ASIDI - ALKALIMETRI

Andreas C. Apa yang dimaksud dengan analisis volumetri? Analisis volumetri atau volumetri adalah cabang kimia analitik di mana pengukuran volume adalah operasi utama dan terakhir. Dalam volumetri, reaktan diambil dalam bentuk larutan dan volume larutan standar larutan yang diketahui konsentrasinya yang diperlukan untuk bereaksi sepenuhnya, dengan volume larutan yang tidak diketahui larutan yang konsentrasinya akan ditentukan.

2SC2053 PDF

LAPORAN PRAKTIKUM ASIDI-ALKALIMETRI.docx

Gambar 2. Flowsheet Pembuatan Asam Nitrat 10 Gambar 3. Perhitungan Kadar Asam Asetat 19 Tabel 5. Perhitungan Kadar Sampel I 19 Tabel 5. Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai syarat untuk menyelesaikan Praktikum Kimia Analisa dan agar dapat mengikuti praktikum-praktikum selanjutnya yang ada di Departemen Teknik Kimia. Selain itu pembuatan Laporan Praktikum Kimia Analisa ini adalah sebagai bukti hasil dari percobaan-percobaan yang dilakukan saat praktikum, dan untuk melengkapi tugas dari Praktikum Kimia Analisa. Penulisan laporan ini didasarkan pada hasil percobaan yang dilakukan selama praktikum serta literatur-literatur yang ada baik dari buku maupun sumber lainnya.

CONPLAN 7500 PDF

Asidimetri adalah pengukuran jumlah asam atau pengukuran dengan asam yang diukur jumlah asam atau garam. Adapun alat-alat yang digunakan antara lain: buret, statif besi, pipet tetes, corong, beaker glass, erlenmeyer, klem, aluminium foil. Cara ini cukup menguntungkan karena pelaksanaannya mudah dan cepat, ketelitian dan ketepatannya juga cukup tinggi. Titrasi asidi-alkalimetri dibagi menjadi dua bagian besar yaitu asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri adalah titrasi dengan menggunakan larutan standar asam untuk menentukan basa. Asam-asam yang biasanya dipergunakan adalah HCl, asam cuka, asam oksalat, asam borat. Sedangkan alkalimetri merupakan kebalikan dari asidimetri yaitu titrasi yang menggunakan larutan standar basa untuk menentukan asam.

HAVAS GIZLI ILIMLER HAZINESI 2 KITAP PDF

.

Related Articles