PSIKOSOMATIS PDF

Psikosomatis berasal dari kata psycho jiwa dan soma tubuh, jasad yang merujuk kepada keterkaitan antara adanya ketidakberesan dalam keseimbangan jiwa dengan kemunculan gejala sakit yang dirasakan oleh tubuh. Sudah kita kenal istilah mens sana in corpore sano, bukan? Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat. Ternyata juga berlaku sebaliknya, tubuh yang sehat dimiliki oleh jiwa yang juga sehat. Ini adalah masalah mind and body connection.

Author:Kem Nilrajas
Country:Fiji
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):9 November 2016
Pages:90
PDF File Size:13.23 Mb
ePub File Size:4.98 Mb
ISBN:784-5-30295-376-8
Downloads:96598
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Grorr



Com — Apa itu psikosomatik? Gangguan psikosomatik adalah salah satu gangguan jiwa yang paling umum ditemukan dalam praktik umum, istilah ini terutama digunakan untuk penyakit fisik yang disebabkan atau diperburuk oleh faktor kejiwaan atau psikologis. Beberapa penyakit fisik dianggap sangat rentan diperburuk oleh faktor mental seperti stres dan kecemasan, di antaranya gangguan kulit, muscoskeletal otot, sendi dan saraf , pernapasan, jantung, kemih, kelenjar, mata dan saraf.

Gejala Psikosomatik Beberapa orang juga menggunakan istilah gangguan penyakit psikosomatik ketika faktor kejiwaan menyebabkan gejala fisik, tetapi penyakit fisiknya sendiri tidak ada tidak dapat dijelaskan secara medis. Salah satu penjelasan psikosomatik adalah bahwa emosi negatif memengaruhi sistem otonom tubuh, hormon dan kekebalan terhadap beberapa penyakit.

Depresi, kemarahan, dan isolasi sosial berkontribusi terhadap penyakit jantung. Stres di sisi lain, memengaruhi asma, gangguan pencernaan dan banyak penyakit fisik lainnya.

Baca juga: Kerap Memendam Emosi Bisa Memicu Masalah Kesehatan Ini Penelitian terbaru terus mengonfirmasi peran faktor-faktor psikologis dalam penyakit jantung, john Hopkins University telah menemukan bahwa mahasiswa kedokteran yang mengungkapkan atau menyembunyikan kemarahan mereka, mudah marah, dan menggerutu tiga kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung awal dan lima kali lebih berpeluang untuk megalami serangan jantung dibandingkan teman sekelas mereka yang lebih tenang.

Dalam praktik, para dokter semakin mengakui adanya keterkaitan antara faktor-faktor psikologis dengan penyakit fisik. Banyak dokter kini berusaha memahami masalah pasien secara keseluruhan.

Hal ini berarti mempertimbangkan baik faktor-faktor fisik maupun mental pasien. Dengan melakukan hal ini, bukan berarti bahwa dokter meremehkan atau mengabaikan penyakit fisik. Banyak pasien psikosomatik yang merasa bahwa keluhan mereka dianggap remeh oleh dokter.

Mereka percaya bahwa dokter menganggap sakitnya hanyalah karena tekanan pikiran, dokter selalu berusaha untuk mengobati penyakit fisik dengan perawatan medis yang sesuai bila diperlukan.

Tapi dia juga perlu memahami lebih lanjut apa yang menyebabkan penyakit itu. Hal ini pada gilirannya akan membantu memahami penyakitnya lebih baik. Kadang-kadang, pasien merasa lebih sehat hanya karena keluhan-keluhannya didengarkan oleh dokter. Pasien yang diberi kesempatan untuk berbicara tentang perasaan dan emosinya juga lebih memahami diri dan penyakitnya, mereka bisa mengetahui bahwa langkah-langkah untuk mengelola stres dapat membantu menghilangkan keluhan fisik yang dirasakan. Menurut Potter, et all dalam Rasmun menjelaskan, beberapa strategi dapat dilakukan untuk mengurangi gangguan psikosomatik, di antaranya: Pertama, membangun kebiasaan baru misalnya seorang ibu yang memutuskan berhenti bekerja untuk mengurus anaknya, akhirnya merasa bosan lantaran tak ada kegiatan ketika anak—anaknya dewasa.

Kedua, menghindari perubahan sebagai upaya yang dilakukan untuk tidak melakukan perubahan yang tidak perlu atau dapat ditunda. Ketiga, menyediakan waktu tertentu atau membatasi waktu untuk memfokuskan diri beradaptasi dengan stressor penderita stres.

Keempat, pengelolaan waktu berguna untuk seseorang yang tidak dapat mengerjakan berbagai hal dalam waktu yang bersamaan. Kelima, memodifikasi lingkungan. Mengatakan tidak secara tegas terhadap sesuatu yang tidak mungkin, merupakan cara lain dalam mengurangi kecemasan atau perasaan tidak menyenangkan.

Juga mengurangi respons fisiologis terhadap stres, seperti latihan olahraga teratur, memperbaiki nutrisi, diet, dan istirahat. Tetapi sebaliknya, tetap perlu meningkatkan respons perilaku dan emosi terhadap stres. Memanfaatkan sistem pendukung keluarga dan teman. Baca juga: 8 Gejala Depresi Tersembunyi yang Bisa Diketahui Setiap Orang Dokter selalu berusaha untuk mengobati penyakit fisik dengan perawatan medis yang sesuai bila diperlukan, namun dia juga perlu memahami lebih lanjut penyebabnya.

Hal ini pada gilirannya akan membantu memahami penyakitnya lebih baik, baik untuk dokter sendiri maupun penderita dan keluarganya. Pasien yang diberi kesempatan berbicara tentang perasaan dan emosinya, juga akan lebih memahami diri dan penyakit mereka. Mereka bisa mengetahui, langkah-langkah untuk mengelola stres dapat membantu menghilangkan keluhan fisik yang dirasakan.

DEATHLANDS PILGRIMAGE TO HELL PDF

Gangguan Psikosomatik yang Perlu Anda Ketahui

Psikologi Halodoc, Jakarta - Setiap hari, semua portal berita akan memberikan kabar terkini terkait virus corona. Penyakit ini pun sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Wajar apabila seseorang merasa takut disebabkan banyak berita yang buruk terkait virus corona. Seseorang yang panik dan takut mungkin saja akan merasakan reaksi sugesti yang mirip dengan gejala virus corona.

AUTOELEKTRIKA KNJIGA PDF

Gangguan Psikosomatis: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Hal ini sesuai dengan kata psikosomatis itu sendiri yang berasal dari kata pyscho yang berarti pikiran dan soma yang berarti tubuh atau fisik. Kasus pasien-pasien dengan keluhan psikosomatis ini cukup banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, ada orang yang sama sekali tidak dapat menggerakkan kakinya dengan alasan kakinya tidak bertenaga, padahal dari pemeriksaan fisik seluruh tubuh termasuk kakinya dalam keadaan normal dan tidak ada gangguan apapun. Itulah psikosomatis, ada keluhan tetapi tidak ada penyakitnya, tidak dapat dijelaskan secara medis. Adanya gangguan psikologis, lama kelamaan dapat juga menimbulkan gangguan pada kesehatan fisik. Apabila ada gangguan psikologis yang menyebabkan pasien tidak mau makan, maka lama kelamaan dapat menimbulkan nyeri ulu hati, dehidrasi, kekurangan nutrisi dan sebagainya. Selain itu faktor psikologis juga dapat memperburuk penyakit fisik seseorang seperti gangguan kulit psoriasis dan eksema , tekanan darah tinggi, kencing manis dan penyakit jantung.

REFOTO PDF

Mengenal Gangguan Psikosomatis, Saat Pikiran Memengaruhi Kesehatan Tubuh

Com — Apa itu psikosomatis? Dalam dunia medis, penyakit psikomatis disebabkan karena ada pikiran negatif atau masalah emosi seperti stres, depresi, kecewa dan masalah lainnya. Apa Itu Psikosomatis? Psikosomatis sendiri terdiri dari dua kata, pikiran psyche dan tubuh soma. Secara harfiah psikosomatis diartikan sebagai penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Ini terjadi sedemikian rupa sehingga fungsi fisiologis tubuh dipengaruhi oleh ketegangan psikologis yang menyebabkan penyakit atau memperburuk penyakit yang sudah ada sebelumnya dalam diri seseorang. Gejala Psikosomatis yang Paling Umum Perlu diketahui bahwa pikiran dapat menyebabkan gejala fisik.

Related Articles